Langsung ke konten utama

Unggulan

Jelajah Ciletuh-Pelabuhan Ratu Geopark Bagian 11: Curug Nangsi, Curug Cikupa dan Curug Cibenda

Dari Curug Luhur yang ada di Ciracap selanjutnya kami menuju kawasan Ciletuh. Jadi kami akan melewati jalur yang sama ketika ke Ujung Genteng dari Ciletuh. Rencana kami menginap 2 malam di Ciletuh untuk lebih mengeksplore kawasan ini. Sebelumnya kami sudah pernah 3 malam di kawasan ini tahun lalu. Lokasi penginapan yang kami tuju adalah sekitar pantai Palangpang. Tapi sebelum ke Palangpang kami mampir ke Curug Nangsi. Dari Curug Luhur ke Curug Nangsi berjarak sekitar 30km atau hampir 1 jam naik motor. Sepulang dari Curug Luhur kondisinya hujan dan kondisi jalan masih seperti yang dulu, aspalberlubang. Melewati pertigaan Curug Puncak Manik hingga sampai ke pertigaan kiri ke Panenjoan/Pantai Palangpang sementara kanan ke Waluran dan bisa juga ke Sukabumi/Bandung. Di pertigaan ini kondisi aspalnya sudah mulus. Agak mengherankan karena seharusnya Ciletuh-Pelabuhan Ratu Geopark membentang dari Pelabuhan Ratu hingga Ujung Genteng tapi jalan yang diperbaiki hanya sebagian. Jalur yang kami lewa…

Ngadem seru di Curug Batu Ampar dan Curug Pangeran

Curug Baru Ampar dan Curug Pangeran adalah salah 2 curug (kalau salah dua dapet 8 ya anak-anak.... hehehehe) yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak di Pamijahan-Bogor atau orang-orang Bogor lebih kenal dengan menyebutnya Salak Endah atau Gunung Bunder. Lokasi ini adalah lokasi favorit warga Bogor dan kota-kota disekitarnya. Di sini sangat cocok buat wisatawan buat ngadem sejenak melepaskan penat dan masalah setelah seminggu bekerja.

Di kawasan ini, selain alamnya yang asri dan sejuk juga terkenal dengan banyaknya curug (air terjun) yang jaraknya saling berdekatan seperti Curug Seribu, Curug Ciparay, Curug Muara Herang, Curug Cigamea, Curug Kondang (Curug Ngumpet 2), Curug Balong Endah, Curug Goa Lumut, Curug Pangeran, Curug Ngumpet, Curug Cihurang dan Curug Batu Ampar yang relatif baru dibuka.

Kebetulan saya sudah dua kali berkunjung ke kawasan ini, dari semua curug di atas, cuman Curug Batu Ampar yang belum saya kunjungi. Minggu lalu, tanggal 6 Agustus 2017, saya, Revan, Ica dan kakaknya Cici berangkat ke sini. Karena masih pagi (masih kurang jam 8), jalanan lumayan lancar. Pertigaan Cifor yang biasanya macet hari ini lancar, dan memasuki depan IPB Dramaga juga masih lancar meski agak tersendat di pasar tumpah sebelum IPB. Begitu juga memasuki pertigaan Cibatok. Setelah Cibatok, 17km menuju Salak Endah, jalanan sangat sepi.

Memasuki gerbang Taman Nasional, kami berempat plus mobil bayar Rp. 60.0000 (karcisnya sih ada tertulis Rp, 7.500, asuransi, mobil.... yang kalo dijumlahin seharusnya kurang dari itu, tapi ya sudahlah, dosa tanggung sendiri hehehe).

Oh iya, Curug Batu Ampar ini lokasinya berada paling ujung, kalo dari gerbang, beberapa ratus meter di kanan adalah jalan ke Curug Seribu, selanjutnya Curug Cigamea di kiri. Kalau Curug Batu Ampar berada sekitar 100m dari Curug Cihurang, di sebelah kiri terlihat gerbangnya. Di gerbang kita bayar tiket masuk Rp. 10.000/orang, selanjutnya di parkir kita bayar lagi Rp. 10.000/mobil. Parkirnya lumayan luas. Di kiri kanan banyak saung-saung yang menjual makanan kecil dan minuman ringan. Lokasi curug ini lumayan dikelola dengan baik sehingga terlihat rapih dan bersih.
Hutan pinus menuju lokasi parkir
Berfoto di lokasi parkir

Menuju curug
Jalan menuju curugnya sekitar 200m, dan jalan nya sudah dibuat tangga-tangga dengan bebatuan/beton yang rapih. Sampai dibawah terlihat aliran sungai dengan bebatuan yang menghampar dimana-mana, makanya curug ini disebut Curug Batu Ampar (Ngampar) yang artinya batu yang bertebaran.
Nah kalau mau ke curug utama kita harus ke kiri, dari luar tidak terlihat karena ngumpet (harusnya curug ini yang disebut curug ngumpet... ya kan hehehehe). Di antara tebing batu, terlihat curug utama. Tingginya sekitar 5m. Oleh pengelola, air dari curug dibendung sehingga membentuk kolam yang luas dan dalam. Jadi disini lebih cocok buat orang dewasa.
Curug utama
Curug utama
Turun kebawah melewati curug kecil akan terlihat lagi sebuah curug yang cocok buat anak-anak karena dangkal, sekitar sebetis orang dewasa. Tersembunyi di balik bebatuan besar, terlihat curug kecil ini cocok buat pemandian para putri heheheh.
Ini putrinya hehehe
 
Terus ke bawah lagi mengikuti jalan setapak yang sudah dibuat oleh pengelola kita akan menemukan curug yang lebih tinggi dan besar. Jatuh di tebing batu membentuk seperti curug sawer. Karena kolamnya dangkal, maka disini lebih banyak pengunjungnya. Di sini kita harus hati-hati karena di belakang kolam yang ada pembatas berupa tali terdapat jurang menganga.
Curug bagian bawah
 
 
 
Setelah puas berfoto kami melanjutkan perjalanan. Di curug ini kami tidak mandi, cuman foto-foto cantik aja karena kami akan mendi di Curug selanjutnya, Curug Pangeran.
Kembali ke arah semula, melewati spot hutan pinus kami menuju Curug Pangeran. Dari jalan utama ke arah kiri kira-kira 200m. Jalan menuju lokasi parkir hanya cukup untuk satu mobil. Sampai di parkiran, terlihat sangat ramai pengunjung, maklum ini adalah salah satu lokasi favorit pengunjung. Oh iya disini juga ada wahana baru berupa rumah pohon, tapi kami tidak ke sana, cuman ke curug. Di loket masuk kami harus bayar lagi Rp. 10.000 per orang.
Dari loket kita jalan kaki mengikuti jalan setapak yang bagus. Kira-kira 100 meter sebelum curug, terlihat jembatan kecil, dibawahnya adalah Curug Balong Endah, kalau kita masuk kesini harus bayar lagi, trek ini disebut Curug Kondang Water Trek yang mana ujung nya adalah Curug Kondang (silahkan dibaca di sini: Balong Endah).
Sampai di curug, terlihat banyak sekali pengunjung, lebih banyak yang hanya duduk-duduk melihat , yang mandi ataupun sekedar foto-foto. Airnya yang sangat sejuk, dan berwarna hijau tosca membuat kami tidak berlama-lama untuk menikmati kesegarannya.
 
 
 
 
 
  
 

 
 
Awalnya saya cuman berenang tapi tergoda juga untuk loncat-loncat dari tebing atas. Beberapa kali naik melalui curug dan beberapa kali naik melewati jalur atas (dekat warung). Seru loh loncat dari atas, kamu harus coba..... sekalian uji nyali hehehehe...

Setelah puas berenang kami kembali ke parkiran. Karena perut sudah keroncongan, kami menikmati makan siang yang sudah disiapkan dari rumah. Setelah makan, kami ganti pakaian dan melanjutkan perjalanan pulang.

Bagaimana? Seru kan perjalanan kali ini....

 Biaya-biaya:
 - Masuk Taman Nasional: Rp.10.000, mobil Rp. 10.000 (?)
- Curug Batu Ampar: tiket masuk Rp.10.000, parkir mobil Rp.10.000

Komentar

Postingan Populer