Langsung ke konten utama

Unggulan

Jelajah Malang-Lumajang: Coban Ciblungan dan Coban Talun

Lepas tengah hari, kembali dari Tumpak Sewu, kami beberes sekaligus check-out dari penginapan. Rencana awal mau ke Coban Kabut Pelangi terpaksa kami batalkan karena sudah siang, sementara perjalalanan ke Malang memakan waktu sekitar 1 jam. Sebagai gantinya kami mengunjungi Coban Ciblungan.
Coban Ciblungan Coban ini tidak begitu jauh dari Tumpak Sewu atau dari tempat kami menginap. Hanya berjarak sekitar 3 km menuju Malang, jadi perjalanan di tempuh kurang dari 10 menit. Dari jalan raya Malang-Lumajangsudah terlihat spanduk yang menunjukkan arah ke coban ini. Dari jalan raya ke lokasi parkiran coban sekitar 200-300m.

Sampai di sebuah warung yang sekaligus menjadi tempat parkir, kami membayar tiket masuk Rp. 5.000 dan parkir motor Rp. 5.000. warung ini juga berfungsi sebagai loket masuk ke coban. Lokasi coban sekitar 50 m dari parkiran. Melewati jalan setapak yang sudah di cor, kami sampai di lokasi coban. Menurun sedikit kami sampai di pinggir sungai.
Coban Ciblungan ini sangat unik. …

Berburu Curug ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak Part II





Bangun pagi dimulai dengan sholat subuh, habis itu tidur lagi hehehhe
Bangun lagi jam 7 kurang. Kemudian jam 7 sarapan mie plus teh manis hangat di warung sederhana yang punya view ke arah Gunung Pete (sebenarnya sih bukit kecil bukan gunung).


Sarapan pagi
Oh iya belum mandi hehehe... habis dingin banget airnya...
Ya sudah dilanjutkan perjalannya...



4. Curug Alami
Mungin pikiran kamu sama dengan saya awalnya.... ini curug alami atau  namanya Curug Alami, ternyata memang namanya Curug Alami. Kata yang jaga sih karena Curug nya dibiarkan alami (gak dibut dengan sengaja kolam), tidak ada warung ataupun toilet.... nah loh.... cuma ada ruang ganti 2 kamar.

Dari gerbang ke curug kira-kira 75m, jalan setapak yang cukup bagus.
Menuju curug disamping warung tempat sarapan
Jalan setapak menuju curug
Di jalan setapak di kejauhan keliatan pondok-pondok, tadinya saya kira itu lokasi curugnya ternyata itu Curug Cigamea yang kemaren saya kunjungi.

Lokasi Curug Cigamea di kejauhan
Karena masih pagi, pengunjungnya masih beberapa, umumnya para grup pemotor yang tidurnya di warung tempat saya makan tadi hehehe. Curug ini beda dengan yang lain karena airnya jatuh ke kolam langsung, tidak ke tebing/lewat tebing.

Aliran curug ini turun ke bawah ke sungai yg cukup terjal... sehingga pengunjung hanya bisa berenang di sekitar curug bukan di sungainya.
Aliran sungai
Okey, waktu sudah hampir jam 9 pagi, saatnya pulang ke penginapan.

Setiba di penginapan, beberes (gak pake mandi pastinya hehehe), langsung checkout dan menuju Curug Ngumpet 1 dan Ciherang (ke arah jalan keluar)

Harga karcis masuk: Rp. 6.000
Ongkos parkir -


5. Curug Ngumpet I
Curug ini berada tidak jauh dari pinggi jalan raya, setelah parkir dan membayar tiket masuk, perjalanan ditempuh kira-kira 5 menit.
Area yang luas dan bisa leluasa mengambil foto dari berbagai sudut.
Curug nya tinggi kira-kira 20 meter. Dan punyai kolam buat buatan.

Menuju Curug
Batuan di sini sepertinya di susun sedemikian rupa sehingga air yang mengalir seperti bertumpuk

Aliran air ke sungai


Dasar curug cukup dangkal, sehingga airnya jadi tidak jernih.

Harga karcis masuk: Rp. 5.000
Ongkos parkir Rp. 5.000

6 Curug Cihurang

Ini adalah curug terakhir yang saya kunjungi (ke arah pulang, ato harusnya yang pertama di temui kalau masuk ke kawasan taman nasional.
Curug ini tidak berapa jauh dari jalan. dan hampir satu level dengan jalan.
Sehingga di area ini digunakan sebagai tempat kemping. Ini terlihat banyaknya tenda-tenda di sekitar nya.
Juga di sekitar sini di kelilingi oleh pohon-pohon pinus.








Karena kondisinya tersebut, curug ini rame dikunjungi. Juga karena disediakan kolam untuk anak-anak dan airnya tidak terlalu dalam.

 

Curugnya nya tidak terlalu tinggi, sekitar 8 m, dan terdiri dari 2 buah kolam.

Harga karcis masuk: Rp. 5.000
Ongkos parkir Rp. 5.000

Nah setelah mengunjungi curugnya ini, saatnya pulang, mengikuti jalan yang berbeda dengan jalan menuju ke sini. Sekarang saya coba mengambil arah Ciampea. Jalannya lumayan bagus, tapi view nya tidak seperti berangkat. datar-datar saja.
Karena macet, tetap saja hampir 3 jam menuju rumah.
Weekend di Bogor
Dan sudah lewat jam 2, dan perutpun sudah minta diisi. Saatnya menikmati makan siang ala Sunda :D.

Jadi tertarik ke Gunung Salak? Kalau berminat silahkan berangkat agak pagi, dan persiapkan diri untuk macet....

Link terkait:

Komentar

Postingan Populer