Langsung ke konten utama

Unggulan

Back to Bali 11: Air Terjun Goa Giri Campuhan

Air Terjun Goa Giri Campuhan Jarak (Air Terjun) Goa Giri Campuhan (GGC) dari Air Terjun Tukad Cepung sekitar 2.5km, jadi gak terlalu jauh. Dan GGC ini jalur nya juga searah dengan Tukad Cepung jadi kami melewati spot ini ketika pulang (berangkat nya beda arah karena dari Desa Panglipuran) dari Tukad Cepung. Awalnya dari Tukad Cepung kami bermaksud langsung kembali ke penginapanyang berjarak hampir 2 jam ini. Tapi di pinggir jalan awalnya melihat petunjuk lokasi Air Terjun Krisik yang berada di tengah sawah. Ragu-ragu untuk berhenti, dan tidak berapa lama kami membaca spanduk Air terjun Goa Giri Campuhan yang terlihat sangat menarik. Namun agak bingung karena tidak terlhat adanya loket dan parkiran. Akhirnya kami parkir di halaman sebuah tempat pengolahan padi.
Dari parkir, kami menuju GGC atas petunjuk salah satu warga di sana bertiga, saya, Revan dan Ira sementara driver kamu, Putu menunggu di parkiran. Menuruni bukit terus naik ke pematang sawah dan selanjutnya melewati persawahan. Ke…

Taman Nasional Gunung Halimun Salak: Sensasi panas dingin Wisata Air Panas Ciparay


Hari ini, 02 Januari 2016 adalah hari terakhir kami menginap di Taman Wisata Gunung Halimun Salak. Hari ini adalah jadwalnya pulang tapi sebelumnya kami akan berkunjung ke Air Panas Ciparay.

Setelah sarapan pagi dan beberes, kami check-out sekitar jam 8 pagi. Ke Air Panas Ciparay tidak terlalu jauh dari penginapan. Ke gerbang gapura selamat datang palingan 15 menit. Oh iya, jalur masuk ke ke sini tidak berapa jauh dari gerbang Taman Nasional (kalau kita dari arah Cibatok/Leuwiliang). Jelas terlihat gapura selamat datang di sebelah kanan. Dari gapura kita terus melewati perkampungan dengan jalan yang tidak terlalu lebar.

Dari gapura menuju tempat parkir palingan 15 menit. Kami parkir di area yang gak terlalu luas, yang muat palingan 8 mobil.

Setelah parkir, kami menuju loket masuk, biaya tiketnya Rp. 10.000/orang. Saya mengajak Ibu masuk (nyesal juga sih setelah tahu treknya hua hua hua)…. Jadi total bayar Rp. 40.000.
Foto dulu di loket
Dari loket sampai ke air panas/sungai kondisi jalannya menurun. Dengan suasana pegunungan di sebelah kanan memanjakan mata ditambah udara pegunungan yang sejuk.
Kira-kira 100 meter jalanan masih menurun landai. Sementara yang lain jalan duluan, saya dibelakang memegang Ibu. Selanjutnya jalan menurun melewati tangga-tangga semen. Kira-kira ada 200 tangga hingga sampai ke bawah. Mungkin karena menurun, Ibu masih bisa melewati jalan ini, kayaknya gak terlalu capek.

Di bawah terlihat jejeran warung-warung yang menjual aneka makanan dan minuman, juga pakaian dan cendera mata. Juga di sini disediakan bale-bale.. Di sebelah warung adalah sungai Sungai Cikuluwung yang beraliran cukup deras.
Sungai Cikuluwung yang dingin...
Di sebelah kiri terlihat kolam berendam (kaki) dimana pengunjung bisa duduk santai ditengah kolam, di depan juga terlihat beberapa pancuran air panas buat laki-laki dan perempuan (terpisah), kedua lokasi ini gratis.
Berendam air hangat
Pancuran air hangat
Di sebalah kiri ada gerbang menuju kolam air panas, tiket masuk Rp. 5.000/orang. Di atas ada 2 kolam air panas, yaitu buat anak-anak dan orang dewasa. Kolam buat anak-anak suhunya tidak terlalu panas sementara buat orang dewasa lumayan panas. Sewa karet buat anak-anak Rp. 5.000. Karena banyak dan biar lebih privasi, kami menyewa kamar berendam seharga Rp. 35.000.
Kolam anak-anak
Kolam dewasa
Kolam VIP :p
Sementara Ibu, Imul dan ponakan pada berendam dan mandi air panas di kamar, saya dan Revan menuju sungai. Ada jembatan gantung yang menghubungkan sisi kiri dan kanan sungai. Kami coba melewatinya sebelum masuk ke sungai.
Begitu masuk sungai berasa sekali air nya yang dingin…… brrrrrr. Banyak pengunjung yang bermain air di area-area yang lumayan dalam dan bisa loncat-loncatan. Kami pun mencari lokasi-lokasi yang cocok buat berenang dan foto-foto.. (teuteep hehehe).

Di banyak titik terdapat gelembung-gelembung udara, seperti air mendidih, menandakan ada aktifitas air panas disana.
Setelah puas kami menuju kamar air panas. Berendam di air panas setelah dari air dingin bikin kulit berasa digigit-gigit semut hehehehe....
Setelah puas mandi air panas kami pun kembali. Ingat, habis mandi bisa menyebabkan perut keroncongan hahahahha. Kamipun beli gorengan buat menyumpal perut sementara.
Perjalanan naik bener-bener butuh perjuangan buat Ibu, setelah berkali-kali istirahat akhirnya sampai di parkiran.
Di parkiran tersedia 2 kamar kecil/kamar ganti. Setelah bersih-bersih dan ganti pakaian kamipun balik pulang. Untunglah hari ini bukan hari libur dan jalanan tidak terlalu ramai.
Kamipun sampai di rumah sekitar jam....

Komentar

Postingan Populer