Cidahu: Sawah, Air Terjun dan Matahari Terbenam I

Cidahu, ini adalah salah satu destinasi yang ada di wishlist saya. Sebenarnya sudah lama pengen ke sini tapi gak sempat terus hehehehe. Kebetulan Revan, yang rumahnya di sana mengajak saya berkunjung meski gak berangkat pagi akhirnya saya setuju (meskipun tahu pastilah macet).
Kami berangkat dari Bogor sekitar jam 11 pagi. Dari Sentul  Barat kami masuk tol Ciawi. Sebenarnya ada alternative lain kalau gak masuk tol yaitu lewat Tajur sampe perempatan Ciawi. Ternyata pagi itu macet banget sebelum keluar tol Ciawi (sekitar KM 42). Keluar tol selanjutnya ke mengikuti jalan ke Sukabumi.
Kondisi jalanan mulai dari merayap sampai macet total hahahhaa.... parah dah kalo ke arah Sukabumi ini..
Di perjalanan kami melewati Lido, di kiri ada Lido Resort dan gak beberapa jauh kita juga melihat pembangunan jalan tol yang kabarnya dipunyai salah satu pengusaha ternama di Indonesia buat menyokong bisnis nya disini, kalo gak salah membuat taman bermain mirip-mirip Walt Disney gitu dengan menggandeng kabarnya engkong Donald Trump.
Kemacetan di sepanjang jalan ini karena banyaknya pabrik dan tidak di dukung oleh sarana jalan yang memadai. Untung aja pemandangan di sepanjang jalan bagus, jadi agak terhibur juga. Gunung Salak terlihat sangat dekat, dan jelas terlihat bentangan kaki sampai puncaknya.....
Puncak kemacetan berada di Pasar Cicurug, lepas dari pasar ini kira-kira 100m ada petunjuk arah ke kanan menuju Cidahu...... horrayyyy... sampe juga akhirnya meski belum sampe ke tujuan sebenarnya tapi setidaknya sudah melewati kemacetan hehehe.
Sebelum mencapai tujuan (rumah orangtua Revan) kami mampir dulu makan siang di sebuah rumah makan Padang (teuteup..... :D)
Setelah makan siang, kami melanjutkan perjalanan. Tapi kami sempat mampir dulu di minimarket belanja makanan kecil.

Setelah melewati jalanan berbatu kerikil, akhirnya kami sampai. Mobil di parkIr di rumah warga kemudian kami jalan kaki. Perjalanan ke rumah Revan palingan 5 menit tapi melewati jalanan lumayan naik turun bukit hehehe.Jadi dah kayak latihan awal buat hunting curug besok....
Oh iya, kampung ini namanya Kampung Cikuta, kec. Cidahu.... :D
Ke rumah Revan...
Karena Umi nya Revan gak tau kita mau ke rumah, dia merasa agak surprise. Setelah beramah-tamah dikit kami istirahat melemaskan otot-otot.
Abis istirahat bentar, sekitar jam 5-an kami jalan ke persawahan. Gak terlalu jauh dari rumah Revan, cukup jalan kaki bentar melewati perbukitan.
Persawahan berada di lembah yang dikelilingi perbukitan. Di kejauhan terlihat pincak Gunung Salak. Sawah yang di buat mengikuti kontur bukit dan bertingkat terlihat sangat bagus. Seperti info dari Revan, sebenarnya sawah-sawah dan tanah-tanah di sekita sini dah pada dipunyai oleh orang-orang di luar Cidahu loh.... Kalau kita melirik ke sekitar perbukitan terlihat vila-vila yang dibangun oleh orang-orang luar Cidahu.




Di tengah persawahan terdapat sungai kecil. Terlihat 2 warna yang kontras, disatu sisi terlihat sawah berwarna hijau dan sisi lain berwarna kekuningan. Dan sebagian ada yang sudah panen.






Kami pun mengambil poto-poto di berbagai angle hehehhe.... dan tau sendiri pasti banyakan si Revan yang dipoto hehehe. Setelah sesi foo selesai kami menuju rumah neneknya Revan dengan melewatu pematang sawah. Rumah neneknya Revan adanya dipinggir sungai loh, dikelilingi sawah-sawah... wuih mantap kan....

Di rumah nenek Revan kami ngobrol-ngbrol ama sodara-sodaranya Revan sambil menunggu sunset. Jam 6 kurang kamipun pamit. Kami mengambil jalan lain, disisi kanan menyusuri bukit. Mampir lagi... ceklek....


Gak beberapa lama momen sunset pun tak terlewatkan. ceklek lagi.....
Sebelum gelap kamipun kembali.... dan istirahat men-charge tenaga buat besok hunting curug-curug di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Komentar

  1. Rumah temen juga di Cidahu. Dulu mah enak, di seberangnya sawah gitu, sekarang udah jadi perumahan. Jadi ga sejuk lagi dah. T_T

    Jadi kalo mau ke tempat yang masih banyak sawahnya harus blusukan dulu. Tapi ga tau dah bakalan jadi perumahan lagi atau nggak. hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaa, Tanah-Tanah sama sawah-sawahnya dah banyak yang dijual. Penduduk local cuman meengolah aja. Tinggal tunggu dibangun sama pemiliknya... hiks

      Hapus

Posting Komentar

Leave you message here...!!!
Tinggalkan komentar Anda di sini...!!!!

Postingan populer dari blog ini

Mengunjungi Pura Pasar Agung dan Kampoeng Salaka-Bogor

Mengunjungi Curug Cilontar: Curug tersembunyi di Leuwiliang-Bogor

Leuwiliang: Ada Pelangi di Curug-mu