Langsung ke konten utama

Unggulan

Jelajah Ciletuh-Pelabuhan Ratu Geopark Bagian 11: Curug Nangsi, Curug Cikupa dan Curug Cibenda

Dari Curug Luhur yang ada di Ciracap selanjutnya kami menuju kawasan Ciletuh. Jadi kami akan melewati jalur yang sama ketika ke Ujung Genteng dari Ciletuh. Rencana kami menginap 2 malam di Ciletuh untuk lebih mengeksplore kawasan ini. Sebelumnya kami sudah pernah 3 malam di kawasan ini tahun lalu. Lokasi penginapan yang kami tuju adalah sekitar pantai Palangpang. Tapi sebelum ke Palangpang kami mampir ke Curug Nangsi. Dari Curug Luhur ke Curug Nangsi berjarak sekitar 30km atau hampir 1 jam naik motor. Sepulang dari Curug Luhur kondisinya hujan dan kondisi jalan masih seperti yang dulu, aspalberlubang. Melewati pertigaan Curug Puncak Manik hingga sampai ke pertigaan kiri ke Panenjoan/Pantai Palangpang sementara kanan ke Waluran dan bisa juga ke Sukabumi/Bandung. Di pertigaan ini kondisi aspalnya sudah mulus. Agak mengherankan karena seharusnya Ciletuh-Pelabuhan Ratu Geopark membentang dari Pelabuhan Ratu hingga Ujung Genteng tapi jalan yang diperbaiki hanya sebagian. Jalur yang kami lewa…

Wisata Tenjolaya-Bogor Part VI: Bumi Perkemahan Ciputri, Curug Kiara dan Curug Ciputri

Melanjutkan postingan sebelumnya. Hari kedua di perkemahan Ciputri, pagi-pagi sekali kami sudah bangun. Usai sholat cuman santai-santai menunggu matahari terbit. Di sini matahari terbit dari balik perbukitan jadi tidak kelihatan (jangan berharap matahari terbit seperti di pantai hehehe). Di sekitar tenda terlihat beberapa tenda tambahan yang kemaren sore tidak kelihatan, tenda terdekat adalah milik keluarga dengan 2 anak kecil (bagus juga ya sudah memperkenalkan naka-anak usia dini pada alam).
Sekitar jam 6, kami memasak air untuk bikin teh, kopi dan mie instant yang dibawa dari rumah. Abis sarapan, jalan-jalan sebentar menikmati udara seger pegunungan. Gunung Salak terlihat sangat gagah di depan mata, karena masih pagi jadi belum diselimuti awan.
Suasana pagi
Suasana pagi
Santai pagi
Sekitar jam 7 pagi, kami menuju Curug Ciputri. Rute yang ditempuh melewati rute yang sama seperti kunjungan sebelumnya. Melewati pinggir sungai yang berair jernih, aliran dari Curug Padalarang, terlihat remaja-remaja putri sedang berfoto-foto di bebatuan. Melintasi jembatan di atas sungai, di sebelah kanan, meski masih pagi dan dingin terihat sudah ada yang bermain air dan berenang di leuwi… (kami mandi di sini setelah kembali dari curug). Kemudian memasuki hutan pinus, masih seperti sebelumnya, rapih dan bersih. Di tengah hutan terlihat beberapa anggota pecinta alam yang kemaren bergeletakan tidur di tanah….(???).
Keluar dari hutan pinus, kami menaiki bukit yang tidak terllau terjal, sedikit landai jadi kita bisa jalan santai. Di sisi kiri terlihat lagi rombongan PA yang sedang di opspek (?). Beberapa langkah di depan, terlihat banyak anggota PA tersebut bergeletakan tidur dijalan yang notabene kecil dan cukup untuk satu orang. Terpaksa kami dan pengunjung lainnya jalan menepi menghindari mereka, bikin sudah aja… :p.
Beberapa puluh meter di depan sampailah kami dipertigaan Curug Ciputri-Curug Kiara. Dulu tidak ada papan penunjuk arah tapi sekarang sudah disiapkan sehingga para pengunjung tidak nyasar.
Melewati hutan bambu, menyususuri lereng bukit, terdengar aliran sungai di sisi kanan. Di atas curug Kiara terdengar deburan air yang cukup keras menandakan debit air yang besar (tidak seperti kunjungan terdahulu).
Sekitar 200m kita di depan akhirnya terlihat Curug Ciputri. Sebelum ke curug, di sisi kanan terlihat curug kecil yang cantik. 
 
Hanya butuh sekitar 15-20 menit untuk mencapai curug ini dari perkemahan.
Curug Ciputri ini bertingkat, air yang jatuh melewati tebing batu. Di bawah terdapat kolam yang tidak terlalu dalam, sehingga pas buat bermain air buat anak-anak. Karena kami memutuskan mandi nya di leuwi deket perkemahan, maka kami disini tidak mandi hanya foto-foto aja. Karena masih pagi, pengunjung saat itu cuman beberapa orang aja.
Curug Ciputri
Curug Ciputri
Setelah puas foto-foto kemudian kami melanjutkan perjalanan. Di perjalanan mulai banyak pengunjung yang berdatangan.
Melewati trek yang sama, sampai di pertigaan, kemudian kami ambil ke kiri menuju Curug Kiara. Dari pertigaan ini treknya langsung menurun, meski cukup terjal tapi jalannya bagus, terawat, dipasang potongan-potongan bambu menyerupai tangga-tangga sehingga jalan tidak terlalu licin.
Sampai di bawah, di trek yang rata, terlihat hamparan lalapan (favorit nya Revan hehehehe), dan beberapa puluh meter di depan sudah terlihat Curug Kiara yang tersembunyi di balik tebing.
Benar dugaan saya, debit air curug hari itu lumayan besar, berbeda banget sama kunjungan terakhir yang airnya kecil banget.
Di sini kami juga gak mandi, cuman ambil beberapa foto aja. Gak ngikutin gaya anak-anak kekinian, yang posting-posting foto pake tenun ato sarung…. (gak niat juga sih pake gituan, aneh aja hehehehe), terlihat ada daun pisang. Yah foto pake daun pisang aja hehehehehe…
Curug Kiara
Curug Kiara dan Tarzan
Curug Kiara dan Tarzan
Setelah puas foto-foto, kami melanjutkan petualangan. Mengikuti jalan yang sama… (ketemu lagi anak-anak pecinta alam tadi…… :p), hingga sampai di deket saung yang rusak (sekitar 100 meter sebelum perkemahan) kami mengambil jalan kiri. Jalan ini menuju aliran sungai dari Curug Padalarang. Terlihat banyak bebatuan, dan air sungai mengalir di beberapa bagian. Kami menyusuri sungai ke arah hilir, melewati sebuah leuwi/kolam yang jernih yang bisa dipakai berenang. Melewati leuwi ini, melalui jalur yang sepertinya baru dibuka, dan menyisiri tebing batu, terlihat sebuah curug tersembunyi. Kami turun ke area curug melewati tangga alami dari bebatuan, meski terlihat mudah, tapi harus tetap hati-hati karena kalau terpeleset bisa jatuh ke bebatuan di bawah. Tinggi curugnya sekitar 5m, kolam dibawahnya tidak terlalu dalam. Melihat keadaannya, sepertinya curug ini jarang banget dikunjungi. Tidak lama kami disini kemudian kami melanjutkan perjalanan. 
Menuju hulu sungai, kami sampai di Leuwi yang tadi direncanakan untuk berenang. Di sini sudah lumayan banyak pengunjung yang berenng, sekitar 6 orang. Mereka sepertinya agak terkejut karena kami muncul dari bawah aliran sungai. Nah gimana caranya buat gantian berenang dan gak rame? Sayapun bilang ke mereka bahwa di bawah ada leuwi dan curug bagus, karena tertarik merekapun ke bawah, tinggal 1 orang (sepertinya menunggu bawaan). Sekarang saya dan Revan pun bebas berenang hehehhe.
Air di leuwi ini sangat bening sehingga kelihatan dasar sungai. Bagian terdalam di bagian tengah sekitar 1.5m. Airnya juga dingin-dingin gimana gitu…. Di bebatuan atas, kami main seluncuran… (kelakuan kek anak-anak yes…..). Kamipun menghabiskan waktu yang lumayan lama disini.
Setelah puas berenang kamipun kembali ke perkemahan melewati aliran sungai. Sampai di tenda sekitar jam 10.00. Kemudian istirahat, lumayan tidur lagi sekitar 1 jam hahahha. Jam 12 kamipun beresin barang-barang dan melipat tenda dan pulang sekitar jam 12.30.
Santai sejenak
Beresin tenda

Seru kan petualangan kali ini, berkemah sambil hunting curug :D.

Komentar

Postingan Populer