Langsung ke konten utama

Unggulan

Jelajah Ciletuh-Pelabuhan Ratu Geopark Bagian 11: Curug Nangsi, Curug Cikupa dan Curug Cibenda

Dari Curug Luhur yang ada di Ciracap selanjutnya kami menuju kawasan Ciletuh. Jadi kami akan melewati jalur yang sama ketika ke Ujung Genteng dari Ciletuh. Rencana kami menginap 2 malam di Ciletuh untuk lebih mengeksplore kawasan ini. Sebelumnya kami sudah pernah 3 malam di kawasan ini tahun lalu. Lokasi penginapan yang kami tuju adalah sekitar pantai Palangpang. Tapi sebelum ke Palangpang kami mampir ke Curug Nangsi. Dari Curug Luhur ke Curug Nangsi berjarak sekitar 30km atau hampir 1 jam naik motor. Sepulang dari Curug Luhur kondisinya hujan dan kondisi jalan masih seperti yang dulu, aspalberlubang. Melewati pertigaan Curug Puncak Manik hingga sampai ke pertigaan kiri ke Panenjoan/Pantai Palangpang sementara kanan ke Waluran dan bisa juga ke Sukabumi/Bandung. Di pertigaan ini kondisi aspalnya sudah mulus. Agak mengherankan karena seharusnya Ciletuh-Pelabuhan Ratu Geopark membentang dari Pelabuhan Ratu hingga Ujung Genteng tapi jalan yang diperbaiki hanya sebagian. Jalur yang kami lewa…

Wisata ke Karimun Jawa: Mimpi yang Jadi Nyata Bagian 3

Hari ini, 27 Maret 2017 adalah hari ketiga alias hari terakhir kami di Karimun Jawa. Sesuai jadwal trip dari trip operator adalah acara bebas. Malam sebelumnya kami sepakat menyewa mobil Bapak yang punya penginapan untuk diantar ke Bukit Love. Harga yang ditawarkan adalah Rp. 150.000, jadi kami bagi bersama harga/share cost untuk jumlah tersebut.
Pagi-pagi jam 9 saya dan Revan ke Dermaga sekaligus menjemput tim yang menginap di Wisma Apung. DI dermaga mereka sudah siap-siap bersama barang-barang bawaan, jadi mereka sudah check-up dan langsung pulang.
Mobilnya slip hehehe
Setelah memuat barang-barang (di mobil kijang) kamipun berangkat menggunakan mobil bak terbuka menuju Bukit Love. Bukit yang dituju tidak terlalu jauh, melewati jalan desa, dan di suatu pertigaan beberapa ratus meter sebelum lokasi, jalanan kondisi mendaki. Karena jalannya tidak cukup lebar, jadi ketika ada mobil di depan, mobil kamipun mengalah. Ketika keluar dari aspal, mobilpun mengalamai kesulitan untuk naik lagi hahahha. Kami pun turun dan mendorong mobil. Setelah kembali normal, kamipun melanjutkan perjalanan yang tinggal sekitar 100 meter lagi. Sampai di gerbang, kami harus bayar tiket masuk sebesar Rp. 10.000 per orang.
Sebenarnya bukit ini biasa aja, sama seperti di dataran-dataran tinggi. Hanya saja di lokasi ini di buatkan replica-replika yang dibuat dari semen seperti tulisan LOVE dan KARIMUN JAWA yang menjadi ikon Karimun Jawa. Jadi lokasi ini seolah-olah menjadi lokasi wajib yang dikunjungi wisatawan. Dari atas kita bisa melihat hamparan perbukitan hijau dan laut lepas. Sepertinya akan lebih epic lagi kalau didatangi pas matahari terbenam, tapi saying kami tidak sempat datang pas sunset. Juga karena sudah lewat jam 10 pagi, dimana cahaya matahi sudah kuat, sesi pemotretan agak-agak terganggu cahaya ditambah banyak awan hahahaha……
Replika LOVE adalah yang pertama kali di tuju, karena banyak pengunjung, jadi kita harus sedikit antri untuk foto session disini. Biasanya seorang pengunjung mengambil 2-3 foto, karena banyak yang antri hahaha. Pas dapat giliran kamipun gentian foto-foto.
With uncompleted team
With uncompleted team
Selanjutnya menuju replica KARIMUN JAWA yang berada dilokas agak tinggi, disini view nya berlawanan dengan LOVE. Tidak terlalu rame, jadi kami cuman sebentar menunggunya.
Karena berdiri di dua kaki sudah terlalu mainstream :p
Setelah foto-foto disini, kami menuju sedikit di atas dimana disiapkan bendera merah putih, tapi saying benderanya digeletakkan begitu saja di bawah…. Setelah foto-foto disini, kami menaruh bendera di atas bangku yang ada.
Tanah tumpah darah..


Selanjutnya kami menuju ke lokasi yang ada sarang burung raksasa, disini menunggu cukup lama. Selain agak banyak pengunjung, juga naik turunnya pakai tangga sehingga menyita waktu. View di sini sama dengan view di replica LOVE.
Selanjutnya, foto-foto di sarang burung yang tertutup (seperti sarang burung pipit). Di sini adalah lokasi paling favorit pengunjung. Selain naik turunnya yang lumayan tinggi, jadi lebih menyita waktu.
 
Juga di sini disiapkan tulisan-tulisan yang agak-agak ‘provokatif’ yang mengajak orang-orang untuk berwisata.
Karena waktu sudah menunjukka jam 10.30, saat nya kami kembali ke base camp tempat saya menginap. Sampai di penginapan, bersih-bersih dan beberes, kami menuju dermaga penyeberangan. Di dermaga sudah berkumpul semua wisatawan untuk kembali pulang. Sebagian besar adalah wajah-wajah yang kelihatan dan ketemu selama wisata di sini.
Tepat jam 12 siang kapal kami pun berangkat menuju Jepara……… bye bye Karimun Jawa.. Thanks for the beautiful and unforgettable moments……. !!!
Suasana dermaga, antri masuk kapal..

Komentar

Postingan Populer