Eksplor Sukabumi dan Cianjur Selatan Bagian 4: Curug Banteng

 Dari Curug Cirajeg menuju jalan raya Sagaranten membutuhkan perjuangan karena melewati jalan di perkampungan yang hanya muat 1 motor. Sepertinya kami salah jalan karena mengikuti Maps, harusnya bertanya ke penduduk setempat untuk pilihan jalan yang lebih bagus. Sampai ke jalan raya Sagaranten hampir jam 3, yang petama kami lakukan tentu saja mencari tempat makan dan beristirahat.

 Melanjutkan perjalanan ke arah pesisir pantai, akhirnya kami sampai di pertigaan Tegal Buleud, kiri ke arah Cianjur dan kanan ke arah Ujung Genteng. Karena kami nanti pulangnya ke arah Cianjur jadi kami mencari penginapan di area sini karena kalau ke arah Ujung Genteng atau Jampang akan menjauh sehingga nanti pulangnya akan lebih lama. Karena ini bukan kota besar, jadi tidak banyak pilihan penginapan di Tegal Buleud. Kami dapat penginapan yang biasa dipakai oleh pengendara-pengendara mobil box atau traveler yang kemalaman. Untuk tarif kamar Rp. 100.000/malam dengan kondisi standar.

Rabu, 8 Juli 2020

Curug Banteng

 Itinerari kami hari ini adalah menuju ke arah Barat/ke arah Ujung Genteng dengan spot yang akan dikunjungi adalah Curug Banteng kemudian pulangnya mampir ke Pantai Karang Gantung dan sunset di pantai Keusik Urug yang tidak jauh dari penginapan. Rencana awal berangkat pagi tapi sedikit gerimis tapi cuman sebentar dan akhirnya berangkat sekitar jam 7.30.

Curug Banteng berada di Jampang Kulon yang berjarak sekitar 35km dari penginapan kami di Tegal Buleud. Jarak ini bisa ditempuh dengan waktu 1 jam lebih menggunakan motor. Kondisi jalan utamanya mulus seperti umumnya jalan utama jalur Selatan. Rute ini melewati Curug Cikaso, karena sudah pernah ke curug ini kami hanya melewatinya. Sampai di pertigaan dimana kalau lurus ke arah Ujung Genteng dan kanan ke arah Jampang Kulon (bisa juga ke Sukabumi kota). Kami ke arah kanan, jalur ini sama dengan jalur jika kita ke Curug Cigangsa.

Mampir sebentar untuk makan pagi yang disponsori oleh bubur ayam kemudian melanjutkan kembali perjalanan ke arah Curug Banteng. Mengikuti Maps dan tidak lupa tanya-tanya penduduk sekitar. Memasuki jalan desa kami dihadapkan oleh jalan berbatu apalagi beberapa ratus meter sebelum curug yang memaksa yang boncengan untuk turun jalan kaki.

Di area persawahan kami sampai di gerbang Curug Banteng. Buat kalian yang bawa mobil, hanya sampai di depan gerbang ini, kalau bawa motor bisa terus lanjut hingga ke parkiran di sekitaran curug. Melewati jalan setapak/pematang sawah terlihat hamparan sawah yang hijau dan sungai berair hijau tosca. Capeknya perjalanan serasa hilang melihat pemandangan di depan mata. Melewati jalan kecil sekitar 200m ini akhirnya kami sampai di parkiran Curug Banteng.

Gerbang Curug Banteng

Melewati persawahan

Dai pakiran tidak telihat adanya pengelola atau yang jaga tiket mungkin karena weekday. Tempat ini tersedia semua fasilitas pendukung namun serasa terabaikan. Terlihat warung-warung, musholla dan toilet. Juga terlihat arena bemain Flying Fox dan dak buat selfie yang berada di pinggir sungai. Dak ini juga dipakai untuk pengunjung yang loncat ke sungai. 

Sampai di area pakiran
Terlihat anak-anak sedang berennag di area atas curug

Curug Banteng ini terlihat seperti aliran sungai yang tiba-tiba patah memanjang sepanjang lebar sungai (sekitar 50meter).Untuk melihat keindahan curug ini kita harus mendekati area curug. Melewati anak-anak tangga yang dicor kami menuruni bantaran sungai. ada bagian dasar sungai berupa batu, melewati dasar sungai ini kita harus hati-hati karena ada banyak lobang-lobang yang berisi air menyerupai jacuzzi-jacuzzi kecil. Dari isni kita bisa melihat Curug Banteng yang bertingkat-tingkat. Air yang jatuh menyerupai tirai putih sepanjang aliran sungai. mendekati bibir tebing untuk lebih menikmati keindahan curug ini namun sangat berisiko kalau tergelincir apalagi ada lunutu-lunut yang membuat pijakan kita jadi licin. 

Curug Banteng dari dekat
Tingkatan-tingkatan Curug Banteng
Di salah satu sudut Curug Banteng

Turun ke tingakat bawah kebagian aliran sungai, kita melewati sisi kanan sungai yang lebih landai. Sampai di dasar sungai yang dipenuhi bebatuan dan kerikil-kerikil, menyeberangi sebagian sungai hingga sampai ke daratan di bagian tengah. Di bagian inilah kita bisa melihat keseluruhan dari Curug Banteng.

Dari depan, telihat kolam di bawah air terjun yang yang luas. Buat kalian yang mau berenang sebaiknya di aliran sungai bagian atas jangan di area bawah curug ini. Air kolam yang berwarna hijau tosca ini akan berubah jadi coklat kalau debit air sangat besar di musim hujan. Tirai alami sepanjang sungai ini seolah-olah merupakan miniatur Niagara di Amrik sana.

Curug Banteng dari depan

Curug Banteng dari depan

Curug Banteng dari depan

Selain air terjun, indah dan hijaunya pemandangan di sekitar membuat kalian pasti betah belama-lama di sini. Selain itu area di sini juga bisa dimanfaatkan buat berkemah. Tapi seperti yang saya info sebelumnya, jalan desa menuju curug ini kondisinya jelek dan kondisi ini juga membuat saya jalan kaki ke bengkel terdekat karena ban motor bocor.

Dari Curug Banteng selanjutnya kami menuju Pantai Karang Gantung yang akhir-akhir ini viral di medsos.

Info:

Nama                                      : Curug Banteng

Alamat:                                   : Desa Bojongsari-Jampang Kulon -Sukabumi

Biaya                                       : HTM / Parkir: -

Kata kunci Google Maps        : Curug Banteng

Baca juga link terkait:

- Curug Cirajeg

- Curug Cikurutug

- Curug Pareang dan Curug Cikopi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Curug Cikaracak: Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Gede Pangrango

Merasakan Sejuknya Curug Cibeureum, Curug Cicandra dan Kebun Teh Cianten

Ngadem Sebentar di Curug Pasir Reungit dan Hutan Pinus Salak Endah