Langsung ke konten utama

Unggulan

Mengunjungi Wana Wisata Capolaga: Curug Goa Gajah, Curug Sawer dan Curug Karempong

Dari Curug Sadim kami melanjutkan perjalanan ke Wana Wisata Capolaga. Lokasi Capolaga ini tidak begitu jauh jaraknya dari Curug Sadim. Berada di kampung yang sama, desa Cicadas, kab. Sagalaherang-Subang. Nama Sagalaherang (semua jernih dalam bahasa Sunda) ini didapat karena air sungai disini jernih. Papan petunjuk arah Capolaga ini sangat mencolok jadi yang melintas di sini tidak akan terlewat. Begitu gerbang kita harus membayar tiket Rp. 17.500/orang. Begitu memasuki wana wisata ini, kesan pertama membuat langsung jatuh cinta. Suasana asri begitu terasa, terlihat penginapan seperti villa-villa di bangun di area depan sementara parkiran sudah tertata rapih. Wana wisata ini berada di lembah. Untuk turun ke bawah kita melewati anak tangga hingga mencapai anak sungai. sudah disediakan tangga bambu untuk menyeberangi anak sungai kemudian trekking hingga pertigaan ke Curug Sawer, Curug Karembong/Curug Goa Badak. Kami memilih pertama kali menuju Curug Goa Badak. Menyusuri pinggir sungai m…

Wisata Tenjolaya-Bogor Part VII: Curug Goong


Sabtu, 30 September 2017. Cuaca cerah. Saya dan Revan kali ini mengunjungi Curug Goong. Karena ancar-ancar lokasinya  sudah diketahui jadi sudah bisa diprediksi kondisi jalan ke sana. Jadi buat traveler yang sudah pernah berkunjung ke Curug Ciampea pasti tau lokasi curug ini atau setidaknya melewati lokasi curug ini.
View yang didapat di sepanjang perjalanan
 
Berangkat dari rumah sekitar jam 8 kurang, jalanan belum terlalu macet. Ke Ciapus, kami melewati jalan pintas melewati perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR). Setelah masuk Ciapus lanjut ke Tenjolaya hingga masuk ke pertigaan Ciputri. Dari pertigaan ini sekitar 2 km ketemu pertigaan, kalau lurus ke Ciputri, dan ambil kanan ke arah Curug Ciampea. Sekitar 2 kilo kurang, pas ketemu dengan jembatan yang dibawah nya mengalir sungai yang tidak terlalu besar, terlihat spanduk yang mencolok yang menunjukkan lokasi Curug Goong.
Pertigaan kanan ke Ciampea dan lurus ke Ciputri
Spanduk Curug Goong
Di saung deket spanduk terlihat tulisan untuk memarkir motor tapi tidak ada penghuninya. Karena takut ada apa-apa ketika kami ke curug, motor kami parkir di dekat kebun yang ada beberapa tukang yang sedang bekerja membangun sebuah rumah. Karena tidak ada penjaga, jadi untuk kali ini tidak ada ongkos yang dikeluarkan alias gratis.

Setelah parkir kemudian kami trekking ke arah sungai. Dari jalan menuju sungai sekitar 50m menyusuri jalan setapak. Pagi itu, air sungai kelihatan agak kering apdahal sudah beberapa hari ini selalu hujan. Terlihat bebatuan menghiasi sungai. Setelah menyeberang sungai kemudian kami menyusuri sungai. Meski airnya agak kering, kita juga tetap harus berhati-hati melangkah jangan sampai tergelincir.
Jalan setapak menuju sungai
Setelah menempuh sekitar 100 meter perjalanan, kemudian terlihatlah aair terjun yang kami tuju, Curug Goong.
Curugnya tidak terlalu tinggi, sekitar 6-8m. Di sekelilingnya dihiasi tebing terjal yang hampir tegak lurus. Air yang jatuh, tertampung di sebuah kolam yang terlihat sangat jernih. Hanya saja sayang saat itu debit airnya tidak terlalu besar.



 
 
Tidak tahan melihat kejernihan air terjun ini, kamipun mandi di kolam yang hanya sekitar seperut ini. Tapi meraakan kesejukan airnya, lumayan mengobati kangen bermain di air terjun.
Bermain air

Sebelum lewat tengah hari kamipun selesai dan kembali pulang.
Mari pulang
Mari pulang
Jadi buat para pecinta curug, gak ada salahnya berkunjung kesini, sebagai alternative jika sudah bosan mengunjungi curug yang itu-itu aja atau yang sudah mainstream dan banyak pengunjungnya.
Link terkait:


Komentar

Postingan Populer