Alam Minangkabau: Hoping Island Pulau Pamutusan, Pulau Pasumpahan, Pulau Pagang, Pulau Sikuai dan Pulau Ular

02 Juli 2016
Lebaran tahun ini saya pulang kampung ke Padang, setelah 2 tahun tidak pulang. Terakhir tahun 2014. Liburan tersebut saya tulis seperti di blog sebelumnya: lihat link berikut dan berikut.
Dari Jakarta saya mengambil pesawat malam. Karena sebelumnya kami (bersama sodara di sana) sudah merencanakan liburan, jadi hari sabtu kita bisa langsung libur meski masih puasa. Puasa kebetulan hari Rabu.
Sampai di rumah sudah hampir jam 10 malam. Tidak banyak yang bisa dilakukan palingan ngobrol sebentar dan istirahat.
Pagi-pagi, rencananya sih kita ke pulau-pulau yang yang lagi happening sekarang, mo berangkat jam 8 pagi tapi karena banyak ponakan yang mau ikut jadinya kita berangkat jam 9 lewat. Karena kendaraan belum ada (kendaraan sodara dari Padang Panjang) akhirnya kita sewa angkot, Rp. 150. 000 ke Simpang Sungai Pisang.
Oh ya, kita berencana ke Taman Nasional Mandeh tapi gak lewat Pesisir Selatan tapi lewat Sungai Pisang, yang merupakan jalan pintas tapi jalannya sangat jelek, tidak ada kendaraan umum di sana. Sungai Pisang masih berada di kota Padang tapi sudah perbatasan dengan Pesisir Selatan. Di sana/di pinggir laut, ada rumah bokap dan sodara-sodara, dan ada boat juga disana. Dan sudah janjian mau datang.
Perjalanan dari rumah ke Simpang Sungai Pisang sekitar 1 jam. Dari rumah ke pusat kota, ya biasalah pemandangan kota aja tapi setelah itu kita akan memasuki perbukitan (bukit barisan) dimana sebelah kiri pemandangannya huatn-hutan/perbukitan dan sebelah kanan berupa laut. Kita bisa melihat Teluk Bayur dari atas beserta kapal-kapal nelayan dan tanker-tanker. Juga setelah itu teluk Kabung yang tak kalah indahnya.
Nah beberapa kilo sebelum Simpang Sungai Pisang, di perbukitan kita akan melihat Air Terjun Lubuk Hitam, karena penasaran saya putuskan untuk trekking ke atas melihat Air Terjun Tersebut. Nanti akan di bahas di blog selanjutnya.
Sampai di Simpang Sungai Pisang jam 10 lewat, kita disarankan naik ojek karena tidak ada angkot ataupun rental mobil, sementara angkot yang kita sewa sangat tidak disarankan masuk karena kondisi jalanan sekarang. Akirnya kita naik ojek dengan sewa per ojeknya Rp. 25.000 dan kita ambil 6 ojek.
Perjalanan ke Sungai Pisang/ke rumah bokap kira-kira 30 menit, kondisi jalanan naik bukit, berbatu-batu dan tanjakan extrim serta banyaknya belokan patah. Kalau pas menurun juga begitu.
Kondisi jalan
Kondisi jalan
Sehingga kendaraan city car tidak bisa lewat sini dan sopir yang lewat juga harus yang sudah terbiasa kondisi jalan.
Pantai di Sungai Pisang
Sampai di rumah bokap, kita istirahat sebentar. Setelah boat siap kami menuju pantai yang jaraknya sekitar 50 meter.  Dari pantai ini kita bisa melihat Pulau Pasumpahan, tempat favorit wisatawan di Kawasan Mandeh. Kalau dengan boat palingan 10 menit jadi kira-kira 2-3km. Tujuan pertama kita adalah Pulau Pamutusan. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang fantastis. Laut dengan gradasi hijau dan biru serta pulau-pulau yang tersebar. Oh iya saya gak hafal nama-nama semua pulaunya hehehhee.
Salah satu view di Pamutusan
Palingan 30 menit kita sampai di Pulau Pamutusan, kita merapat di dermaga yang sudah di sediakan..... Pulau ini wow benar-benar fantastis, bagus banget. Di tambah lagi gak ada pengunjung, berasa punya pulau pribadi :p. 
Pasti ada yang bertanya kok namanya Pamutusan... karena pulaunya putus ditengah, itu jawaban gampangnya hahahha. Emang sih, Pulaunya kek putus, ditengahnya berpasir putih. Di arah dermaga, airnya tidak berombak, sangat jernih, dan terlihat ikan-ikan dan koral. Sangat cocok buat yang berenang, snorkeling dan mancing Sementara di seberangnya agak berombak.Oh iya, tepat di depan pulau ini, sebelah kanan ada Pulau Pagang.
Gak pake lama, ponakan-ponakan langsung nyebur, saya.. hunting foto aja hehehhe.
Rumah pohon

Di atas bukit
Di pulau sebelah kanan ada bukit, untuk melihat view ke bawah saya putuskan naik, di temani ponakan-ponakan kami trekking ke atas. Gak terlalu tinggi si, tapi berhubung pada puasa ya berasa juga capek nya plus haus hahhha. Sampai di atas ternyata benar dugaan saya, wow bagus banget, gak kalah ama Pulau Padar yang ada di Flores. Ponakan-ponakan pun ikut foto-foto, di puncak bukit di sediakan beberapa bendera buat lokasi foto. Setelah puas kamipun turun dan kembali ke dermaga.
Trekking ke atas
Trekking ke atas
View di atas bukit
View di atas bukit
Foto dulu di dermaga
Di dermaga istirahat sebentar dan melihat ponakan yang kecil lagi mancing (dianya bawa alat pancing hehehe) dapat lumayan banyak ikan-ikan hias hahaha.
Pas istirahat datang satu boat sepertinya rombongan keluarga, mereka melakukan snorkeling. Tapi sayang karena dangkal saya lihat mereka berdiri di hard coral untuk ambil foto....
View dari dermaga
Snorkling
Salah satu sudut pulau Pamutusan
Pulau Pasumpahan
Pulau Psumpahan
Setelah puas kami pun ke Pulau Pasumpahan, tempat kami menginap malam ini. Tapi sebelumnya kami harus bayar fee dulu, harusnya sih 1 orang Rp. 15.000, tapi kami kasih aja Rp. 60.000
Pulau Pasumpahan, salah satu pulau tercantik di Sumatera Barat. Berpasir putih, dan kelilingi pulau-pulau besar, dengan air jernih, gradasi bening, hijau Tosca dan biru. Di sepanjang garis pantai banyak pepohonan kelapa, dan pohon-pohon lainnya sehingga berasa sejuk. Begitu mendarat, anak-anak pun langsung nyebur, airnya berasa sejuk.
Bermain air
Bermain air
Oh iya, kalau pantai ke arah dermaga yang menghadap Pulau Pisang, berombak jadi kalau mau berenang ambil yang menghadap  ke pulau. Di sini juga di sediakan ayunan sehingga cocok buat foto-foto. Di sini benar-benar puas bermain air. Dan anak-anak kalo tidak dipaksa berhenti gak bakalan bisa berhenti :(
Kami mangambil 2 kamar, yang besar ada 4 tempat tidur jadi bisa diisi 8 orang dan yang kecil ada 3 tempat tidur. Semuanya di gelar di lantai. Kamar mandi ada di luar. Oh iya karena pengunjungnya cuman kami, disini tidak ada yang jualan dan listrik (genset) hidup jam 8 sampai jam 12. Katanya sih kalo lagi rame bisa 24 jam. Jadi karena deket, makanan dibeli di Sungai Pisang pakai boat pastinya.
Sunset
Sunset

Nah, untuk sunset, kalau kita lihat dari pantai akan tertutup bukit yang ada di belakang pulau, atau setidaknya kelihatan sedikit hehhe. Kalau mau melihat sunset kita harus naik ke puncak bukit. Saya dan ponakan cewe yang berumur 10 tahun mencoba naik ke atas. Dan gak taunya dia cepat banget naiknya padahal cukup terjal sekitar 60 derajat lebih. Di sediakan tali untuk pegangan. Awalnya pas sampai di atas saya kira sudah sampai di puncak tertinggi ternyata belum, ada lagi trek pendek untuk sampai ke atas, dan lebih terjal dari yang tadi. Karena tidak ada orang dan nanti kalau pulangnya gelap banget kami memutuskan turun, dan mengambil sunset di pantai meski cuman mengintip heheheh.
Sampai di bawah sudah lewat waktu berbuka, dan yang pertama di serbu adalah aneka minuman, bener-bener dehidrasi hari ini hahahaha. Jam 8 genset pun hidup dan saatnya nge-charge aneka hp.... selanjutnya istirahat.

03 Juli 2016
Sunrise
Hari ini keknya pada lupa ada yang ulang tahun.... saya  dan saya pun juga lupa sepertinya :(

Sunrise
Bangun pagi saatnya mengintip matahari terbit. Karena arahnya di perbukitan, jadinya sunrisenya kurang perfect. Ditambah lagi dengan awan yang menyelimuti perbukitan, jadilah mataharinya malu-malu menampakkan diri. Suasana jam 8 pagi berasa jam 6 pagi di Bogor/Jakarta.
Pulau Pagang
Jam 9 kami berangkat lagi, tujuan selanjutnya yaitu Pulau Pagang, pulau yang tepat berada di depan Pulau Pamutusan. Jarak tempuh dari Pasumpahan palingan 30 menit.
Begitu kami mau mendarat, ada beberapa anjing menyambut kami seolah-olah mengucapkan selamat datang, sampai-sampai mau berenang ke arah boat. Setelah mendarat mereka langsung berjalan di samping kami seoalah-olah mau menawarkan jadi guide hahahaha. Ponakan-ponakan yang kecil agak-agak takut tapi lama-lama jadi terbiasa.

Pulau ini benar-benar istimewa, dengan pasir putih, dan airnya yang sangat jernih langsung menggoda anak-anak untuk langsung nyebur.
Cumi segede gaban!
Oh iya, kami sempat melihat cumi-cumi yang sangat gede berenang di pinggir pantai, tidak lari melihat kami. Mungkin sudah terbiasa dengan kehadiran wisatawan. Seperti biasa saya ambil-ambil foto, cari-cari angle yang bags sementara anak-anak bermain air. Tidak ada pengunjung cuman kami aja.....
Swarnadwipa Beach Resort
Setelah cukup lama bermain air dan ambil foto-foto kami melanjutkan perjalanan. Kali ini kami mampir di Swarnadwipa Beach Resort. Ini adalah pantai kawasan resort. Resort-resortnya bernuansa etnik, begaya rumah adat Minangkabau (Rumah Gadang) dan di tengah ada resto, sama, dengan gaya Rumah Gadang. Di sini di sediakan permainan air seperti banana boat, di area dermaga kita bisa liat koral-koral dan ikan-ikan, sepertinya sangat cocok untuk snorkeling tapi hari itu gak ada yang snorkeling.
Swarnadwipa Beach Resort
Saya sih gak lama disini hanya mengambil beberapa foto, sementara yang lain menuggu di boat (gegara katanya satu orang bayar Rp. 20.000 tapi hari itu ternyata gratis karena gak ada yang jaga hehehhe).

Sebelum kembali ke Pasumpahan kami keliling dulu ke Pulau Sikuai, meski tidak mampir. Pulau ini dulunya punya resort yang sangat terkenal tapi sekarang sudah hancur dan ditelantarkan, gak tau kenapa sepertinya ada sengketa Tanah dengan pemerintah (dulu disewa oeh bule). Di sekeliling pulau dibangun jalan beton sehingga wisatawan bisa jalan kaki mengelilingi pulau melewati pantai dan karang-karang dan sekarang sudah mulai hancur dan dibeberapa tempat sisa beton-beton penyangganya, saying sekali. Mudah-mudahan nanti di renovasi dan dikelola dengan lebih baik.
Pulau Sikuai
Pulau Sikuai
Selanjutnya kami melewati pulau ular, tapi tidak mampir. Kok namanya Pulau Ular, apa banyak ularnya? keknya gak ada hahahha, malah yang banyak burung bangau. Sepertinya pulau karang ini diberi nama Pulau Ular karena bentuknya yang melingkar seperti ular. Dan katanya banyak yang  ngambil foto prewed lo disini... mau coba?
Selanjutnya kembali ke Pasumpahan
Pulau-pulau disepanjang perjalanan
Pulau-pulau disepanjang perjalanan
Setelah sampai kamipun bersih-bersih serta berkemas untuk kembali ke rumah di Padang. Abis Zuhur kita kembali dengan rental mobil plus sopir Rp. 350.000.
Sebelum pulau ceklek dulu
Sebelum pulau ceklek dulu
Sebelum sampe rumah, seperti sebelumnya kami mampir ke Air Terjun Lubuk Hitam. Pas mendaki ke atas, kira-kira setengah perjalanan kami balik turun karena capek (abis dari pulau dan puasa) dan selanjutnya untuk memuaskan rasa penasaran, perjalanan ini kami lanjutkan hari Kamis setelah lebaran (lihat blog berikutnya di sini).

Dengan kelelahan akhirnya kami sampai di rumah sebelum magrib.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengunjungi Pura Pasar Agung dan Kampoeng Salaka-Bogor

Mengunjungi Curug Cilontar: Curug tersembunyi di Leuwiliang-Bogor

Leuwiliang: Ada Pelangi di Curug-mu