Alam Minangkabau: Bermain air di Air Terjun Lubuk Bonta I & II, dan Malibou Anai



05 Juli 2016
Hari ini adalah hari terakhir puasa di tahun ini. Sementara orang-orang pergi shopping beli baju baru dan buat kue lebaran, kami malah pergi hunting air terjun. Tujuan kali ini adalah Air Terjun Lubuk Bonta. Meski udah lama terdengan puluhan tahun lalu waktu saya masih kecil tapi baru kali ini sempat kesana.
Karena belum ada mobil, maka kali ini kita rental mobil tanpa supir sekitar Rp. 350.000 (agak mahal ya, maklum lebaran). Di sini penuh 10 orang termasuk anak-anak.
Lubuk Bonta berada di kecamatan Kayu Tanam, kabupaten Padang Pariaman. Padang Pariaman sendiri berada di antara Padang dan Pariaman. Perjalanan melalui jalan provinsi ke arah Bukittinggi/Padang Panjang. Perjalanan di tempuh kira-kira 1.5 jam.
Nanti dari jalan raya kita menuju tempat penyulingan air mineral kemasan "SMS", jalanan lumyan bagus. Umumnya orang sekitar pasti tahu tempat yang dituju karena sudah ada dari tahun 70-an (perusahaan air mineralnya sih baru ... ).
Kira-kira 15 menit dari pertigaan jalan besar, di sebelah kiri kita akan melihat plang sederhana bertuliskan 'Lubuk Bonta' yang ditulis dengan triplek. Di sebelah kiri ada parkiran yang lumayan luas. Dari sini cuman berjarak berapa puluh meter kita kan menemukan lokasi air terjun 1. Sebelumnya kita melewati tangga semen.
Tanda masuk jalan kira-kira 20m
Pertigaan ambil kiri, ke kanan ke Lubuk Bonta 2 (Bawah)

Saat itu tidak ada pengunjung lain selain kami, jadi tidak ada biaya apapun disini.
Air terjunnya adalah air terjun tunggal dari atas langsung ke kolam di bawah (Lubuk atau Leuwi dalam bahasa Sunda). Airnya bergradasi sesuai kedalamannya. Mulai dari bening sampai berwarna hijau. Di sebelah kiri kira-kira setinggi dada/leher orang dewasa terdapat tanaman air yang dibiarkan tumbuh menambah cantiknya air terjun ini.


Tanpa pikir lama, ponakan-ponakan langsung mandi air/berenang. Saya sibuk mengambil beberapa foto dari berbagai sudut.
Di kanan kita bisa melihat bebatuan dan tebing yang berlumut. Jadi kalau jalan mesti hati-hati agar tidak jatuh. Di area sini airnya dalam. Setelah mengambil foto, akhirnya saya ikut cebur di sini. Kami menghabiskan waktu lama bermain air disini.




Setelah puas bermain air dan foto-foto kami berencana ke Air Terjun kedua, tapi belum tahu lokasinya. Kami bertanya ke pemilik warung di dedan. Ternyata Air terjun kedua berada di bawah, satu aliran dengan Air terjun pertama tadi. OK... bersama dua ponakan saya, kami menuju kebawah, ke arah yang ditunjuk. Kalau ke air terjun pertama ke arah kiri, kita ambil kanan memasuki perkebunan kelapa sawit.
Ini pintu masuknya

Naik/turun dengan cara ini

Turun ke bawah

Voilaa... itu air terjunnya
Pas beberapa puluh meter kami tidak melihat tanda-tanda jalan setapak, akhirnya mengikuti insting, yaitu mendengarkan suara air, ternyata disebelah kiri kami mendengar suar air terjun. Tapi kok gak ada jalannya hahaha... Ahirnya kami ke pinggir ternyata ada tanda tanda jalan yang pernah dilalui, tapi sangat curam hampir 70-80 derajat. Karena kebun, tanahnya berasa licin. 2 ponakan saya jalan duluan di depan. Kami turun kebawah berpegangan dengan akar pohon.
Huuuf, ternyata sampai juga ke bawah. Ternyata air terjun ini tersembunyi...... terdapat 2 air terjun, yang besar/utama dan disampingnya ada air terjun kecil. Fantastis.....
Air yang turun langsung ke kolam dibawahnya, tidak seperti yang pertama dimana kolamnya sangat luas sehingga bisa buat bermain air, maka kolam di sini tidak terlalu besar dan langsung dalam. Di sini kami tidak bermain air, cuman foto-foto saja. Hmmmm sepertinya aura nya di sini kurang mengenakkan... berasa gimana gitu hehehe.



Setelah terobati rasa penasaran saya, kami pun balik, mendaki lagi tentunya berpegangan dengan akar pohon. Gak kebayang kalau lagi musim hujan kesini, pastilah sangat menyulitkan....

Karena belum terlalu sore, kita sepakat ke Malibou Anai hehehe...
Di sini terdapat pemandian Tirta Alami, di lokasi ini juga terdapat resort dan gedung pertemuan, dan lokasinya berada di kawasan hutan lindung. Dari sini tidak begitu jauh kita akan menemukan Air Terjun Lembah Anai yang legendaris itu.
Nah, karena lebaran kita dikenakan tiket masuk Rp. 55.000 all in (katanya), gak taunya di dalam kita dikenakan lagi parkir Rp. 5.000 oleh pemuda gak jelas.
Sebenarnya kita dulu sudah pernah kesini tapi karena abis lebaran kolamnya sudah kayak cendol. Nah, sekarang saatnya menikmati pemandian ini mumpung sangat sepi.

Suasana pas masuk area pemandian
Pemandian ini adalah pemandian yang airnya berasal dari perbukitan, jadi alami, yang dialirkan ke kolam-kolam yang dibuat berbagai macam kedalaman. Ada kolam buat anak-anak dan dewasa. Lebih ari 5 kolam yang tersedia.
Karena airnya sangat jernih, kita bisa melihat dasar kolam. Airnya sangat sejuk/dingin. Oh ya, disini gak kayak dijawa yang kolam-kolamnya di kasih sepeda, TV, motor, tenda etc. Semuanya masih alami, moga-moga begitu seterusnya.....



Karena berada di perbukitan, area ini dikelilingi oleh hutan dengan pohon-pohon besar. Sehingga udaranya berasa sejuk. Sangat cocok buat yang suka ketenangan. Di ujung kolam, di bawah pohon-pohon besar dibuat air terjun buatan, yang jatuh ke kolam melewati semacam lorong. Sangat bagus buat yang suka foto-foto.
Wow berasa naik Titanik gak sih?


Setelah puas bermain air dan foto-foto kamipun balik... (masih pakai pakaian yang basah-basah tentunya hahahaha).
Welfir dulu lah ya sebelum balik
Pulang ke Padang rencananya kami akan buka puasa di Pariaman tepatnya di Pantai Tiram.Pantai Tiram adalah pantai yang sangat terkenal karena wisata kulinernya, banyak sekali warung-warung makan yang tertata dengan rapi.

Anak-anak yang bermain di muara sungai
Anak-anak yang bermain di muara sungai

Eh sampai sana gak taunya masih sekitar jam 4.30 masih sekitar 2 jam lagi buka puasa. Akhirnya kami cuman bungkus kepala ikan yang gede (Rp. 90.000 seporsi kalau di Jakarta gak tau deh mungkin di atas Rp. 150.000) beserta kripik udang/sate udang 3 @Rp. 10.000 dan kepiting 4 @ Rp. 10.000. Dan kamipun sampai di rumah hampir berbuka puasa.

 

Masuk Pantai Tiram: free masuk dan parkir

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengunjungi Pura Pasar Agung dan Kampoeng Salaka-Bogor

Mengunjungi Curug Cilontar: Curug tersembunyi di Leuwiliang-Bogor

Leuwiliang: Ada Pelangi di Curug-mu