Langsung ke konten utama

Unggulan

Jelajah Malang-Lumajang: Coban Ciblungan dan Coban Talun

Lepas tengah hari, kembali dari Tumpak Sewu, kami beberes sekaligus check-out dari penginapan. Rencana awal mau ke Coban Kabut Pelangi terpaksa kami batalkan karena sudah siang, sementara perjalalanan ke Malang memakan waktu sekitar 1 jam. Sebagai gantinya kami mengunjungi Coban Ciblungan.
Coban Ciblungan Coban ini tidak begitu jauh dari Tumpak Sewu atau dari tempat kami menginap. Hanya berjarak sekitar 3 km menuju Malang, jadi perjalanan di tempuh kurang dari 10 menit. Dari jalan raya Malang-Lumajangsudah terlihat spanduk yang menunjukkan arah ke coban ini. Dari jalan raya ke lokasi parkiran coban sekitar 200-300m.

Sampai di sebuah warung yang sekaligus menjadi tempat parkir, kami membayar tiket masuk Rp. 5.000 dan parkir motor Rp. 5.000. warung ini juga berfungsi sebagai loket masuk ke coban. Lokasi coban sekitar 50 m dari parkiran. Melewati jalan setapak yang sudah di cor, kami sampai di lokasi coban. Menurun sedikit kami sampai di pinggir sungai.
Coban Ciblungan ini sangat unik. …

Sensasi Pijat Alami di Curug Sawer-Tenjolaya, Bogor

Weekend lalu, 18-19 Maret, saya sudah berencana ke Jayanegara-Sukabumi ikut sodaranya Revan. Tapi malam sebelu keberangkatan dapat kabar bahwa tidak jadi alias di cancel. Akhirnyanya langsung bikin plan B yaitu ke Ciputri-Tenjolaya, mau hunting Curug CIputri dan Curug Padalarang yang dulu belum sempat ke sana.
Minggu pagi sekitar jam 8 lewat, saya dan Revan menggunakan motor meluncur ke Tenjolaya. Seperti biasa, perjalananan melewati Jalan Baru-Cimanggu-Stasiun KA Bogor kemudian lanjut lewat Pancasan dan tembus ke Ciapus.
Hari itu cuaca sangat bersahabat, Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango sangat jelas terlihat. Di tengah-tengah suasana menikmati keindahan alam, saya baru ingat, lensa buat foto landscape tidak terbawa malah yang terbawa lensa macro 90mm yang dipakai malam sebelumnya dan lensa fix 50mm hahaha...
View Gunung Salak
Merasa sedikit kecewa, saya memutuskan ke Curug Sawer, yang menurut catatan saya, agak 'biasa'. Jadi ke Ciputri-nya lain kali ...
Awalnya kami sudah melewati Curug Luhur dan pertigaan Arca Domas, di sini berhenti sebentar buat ambil foto sebuah masjid di kejauhan dengan latar perbukitan.
Kami lanjut dan nyasar sebentar dan balik lagi ke arah semula menuju Highland Resort. Kira-kira 200m sebelum Highland, ada pertigaan, ambil kiri. Jadi kalau dari Bogor/Highland, 200m dari Highland ambil kanan. Nah dari pertigaan ini, kita akan melihat plang di sebelah kiri yang  bertuliskan 'Global Edu Camp-Curug Sawer' dan di jalannya ada Gapura. Jadi kami sampai di lokasi ini kira-kira jam 9.30.
Memasuki jalan kecil, menurun kira-kira 50 m ada saung, kami parkir motor di halaman saung ini. Saung ini sepertinya tempat singgah atau berkumpul pecinta alam, ini terlihat beberapa pengunjung yang sedang kumpul-kumpul. Gak ada tiket masuk.
Parkiran
Jalan menuju ke bawah
Setelah parkir, kami jalan menyusuri jalan kecil berbatu. Jalannya cukup keliatan meski tidak ada petunjuk arah. Sampai di bawah terlihat dua orang, kakek-kakek dan Ibu-ibu yang sedang bekerja di lading. Mereka sedang menyiangi ladang. Terlihat pohon talas yang di tanam di sela-sela Tanah berbatu. Batu-batu ini mungkin berasal dari letusan gunung berapa, ribuan tahun lalu kali ya.... heheheh.
Revan menghampir si kakek dan si Ibu untuk menanyakan arah ke curug dan sekalian ngobrol (pake bahasa Sunda yes.... :D).
Menurut info dari si kakek via Revan, tempat ini akan dibenahi dan akan dikelola professional. Di liat dari keadaan alamnya, sangat cocok untuk trekking, gowes, camping dan outbound.
Melanjutkan perjalanan, kami melewati sebuah bendungan (dari tulisannya terbaca Bendungan Lw. Panjang, luas areal 50 Ha, dibuat tahun 2006), air sungai nya berair jernih dan sejuk.
Melewati pinggiran bendungan, kemudian kami turun dan menyeberangi sungai. DI seberang sungai kami naik bukit, di sebelah kiri terlihat seorang bapak sedang membangun 3 kamar toilet. Sepertinya bener yang dikatakan oleh kakek yang di bawah tadi bahwa tempat ini akan dibenahi. Menaiki bukit yang tidak terlalu terjal, terlihat pemandangan yang sangat bagus di kejauhan.
Di puncak bukit terlihat area yang datar, dan lantai semen bekas bangunan, sepertinya area ini dulu ada bangunannya. Nah di sini kita bisa melihat Curug Sawer. Curug nya terdiri dari 2 aliran, yang kiri aliran airnya deras dan kanan lebih kecil. Curug Sawer berasal dari kata Sawer atau tampias karena airnya jatuh berupa tampias.
Untuk turun ke bawah sebenarnya ada jalur ke kanan yang memutar, karena saya tidak tahu, saya ambil jalur langsung menuruni bukit. Karena kurang terawatt dan banyak rumput dan juga licin, saya jatuh terjerembab hahaha. Setelah sampai bawah, kemudian jalan ke arah curug sekitar 50 meter.
Area di depan curug ada yang basah tergenang air dan ada yang kering, nah di sekitar area berumput kering ini bisa dipakai sebagai camping ground. Jadi kalau kalian mau ngecamp bisa disini, juga terlihat bekas api unggun yang menandakan ada yang pernah nge-camp di sini.
Curug ini berasal dari sungai yang mengalir di antara ladang. Dan jatuh di tebing berbatu. Awalnya kami cuman foto-foto tampan di depan curug. Tidak tahan melihat curug ini, kamipun memutuskan mandi.
Karena airnya kayak Sawer alias shower, dan lumayan tinggi, maka mandi di bawah curug ini seperti dipijit-pijit... asik.. sueeer...
Pusing pala Ironman :p
Jadi beda dengan curug-curug lain yang berkolam (Leuwi), di sini kita tidak bisa berenang. Hanya saja kelebihannya, kita bisa mandi dibawah terpaan air... sekali lagi.. kaya dipijit-pijit/dicubit-cubit kecil hehehe.
Tengah asik menikmati suasana, dating 3 orang goweser. Mereka juga gabung mandi dan foto-foto. Tapi mereka cuman sebentar, abis itu kami leluasa lagi menikmati curug. Setelah agak siangan kemudain pengunjung mulai berdatangan. Mereka adalah anak-anak sekitar sini. Yang cuman melihat-lihat atau cuman pacaran.. cie cie cie...
Kira-kira jam 12 kami memutuskan kembali. Untung saya bawa sarung untuk ganti pakaian, karena di sini tidak ada ruang ganti.... (apalagi rumah atau warung hehehehe).
Pulang, melewati bendungan, terlihat anak-anak yang tadi di curug pada berenang dan loncat-loncat. Kami berhenti dulu sebentar ambil foto. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke parkiran, oh ya jaraknya kira-kira cuman 20 menit jalan santai. Jadi buat yang ke sini cocok buat yang membawa anak-anak maupun orang tua, karena jalannya santai dan tidak ekstrim.
Sampai di parkiran, gratis karena tidak ada yang jaga parkir, kemudian kami lanjutkan pulang. Cuaca masih cerah....

Foto bonus :p

Karena belum makan siang, kami mampir di baso Garuda di Pancasan, salah satu kuliner favorit warga Bogor atau traveler yang lewat sini. Kalau kalian lewat sini jangan lupa mampir. Saya coba Baso Balungan Rp. 20.000, yang berisi baso dan iga. Sementara Revan memesan Mie Ayam Hotplate, mie ayam yang ditambah baso dan di topping mayonese, dan rasanya endessss cuman Rp. 13.000... gak usah diragukan lagi, kalian mesti coba... (bukan iklan loh ya hehehhehe).

Biaya-biaya:
Tiket masuk: gratis
Parkir: gratis

Komentar

Postingan Populer