Curug Kembar, Curug Hordeng dan Curug Ciburial: Sebuah Perjalanan yang Menegangkan


Curug Kembar
Mengunjungi curug-curug ini seperti memenuhi janji yang belum terbayarkan ketika dulu, Januari 2016 berencana ke sini. Tapi karena jalannya kecil akhirnya balik lagi dan akhirnya mengunjungi Curug Cakrawardana dan Leuwi hejo: Lihat Link Berikut .
Ditemani oleh guide yang juga menemani saya ke Curug Cimalahpar: Lihat Link Berikut.
Kami janjian di bengkel motor tempat dulu parkir, ketemu sekitar jam 9.30 pagi. Sebelumnya foto-foto dulu di pinggir jalan (tempat ini hits banget buat traveler yang melewati jalan ini).  Kalo dulu gak ditarik biaya, sekarang dimintain duit ama pemuda disini, katanya nya sih bayar seiklasnya. Emang bukit dan gunung-gunung tersebut punya situ??? :p
Kebetulan lagi panen
Kebetulan lagi panen
Kebetulan lagi panen
Setelah mengambil beberapa foto, dan bayar Rp. 2.500 akhirnya menuju Curug Kembar. Dari parkiran Leuwi Hejo kira-kira 6km ke arah Loji/Cibadak. Jalan disini aspalnya sudah mulus. Sampai dipertigaan Loji ambil kanan. Nah di sini jalannya sempit melewati persawahan dan hanya cukup untuk satu mobil. Kemudian masuk perkampungan, tetap jalannya kecil banget. Berdoa aja gak ada mobil dari depan. Juga dibeberapa titik, jalanan mendaki dengan tikungan sangat tajam. 
Perjalanan lumayan jauh (lupa pula ngitungnya hahahha). Hingga sampai dipertigaan yang ada portalnya. Ke arah kiri ada curug lagi yaitu Curug Mariuk. Kita ambil lurus, karena plang nya kecil harus hati-hati. Nah disini ada masalah, karena berhenti sementara di depan ada tanjakan tajam dan berlobang, si mobil gak bisa naik meski digas full hahahahha. Di bantu berkali-kali ama orang lokal yang kebetulan lewat buat mendorong. Setelah beberapa kali akhirnya berhasil. Dengan tetap ngegas, perjalanan terus naik dengan jalan yg terjal. Kemudian jalanan menurun dengan kongkret yang lumayan bagus sampai akhirnya sampai di depan parkiran.
Di parkiran sudah ada  2 mobil yang duluan. Untuk motor bisa terus lanjut ke dalam sampai parkir di area yang sudah ditentukan.
Di pos kita harus bayar tiket masuk Rp. 15.000 dan parkir Rp. 10.000 (mobil).
Kebun kopi
Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki aka trekking, langsung mendaki. Beberapa ratus meter masih berbatu dan selanjutnya jalan tanah. Sepanjang jalan kita di suguhi pemandangan perbukitan. Oh iya, di lereng-lereng bukit sudah dipenuhi perkebunan kopi.
Menyusuri lereng bukit kemudain kita akan turun ke sungai, tapi tenang jalan turun sudah di buat tangga-tangga sederhana dari bambu-bambu yang dijadiin anak tangga.
View menuju curug
Nah pas sampai disungai, mata kita akan langsung tertuju ke Curug Kembar. 
Sesuai namanya, curug ini ada 2 air terjun, tingginya kira-kira 8m, dengan aliran air yang sangat jernih. Bagus banget.... Sempatkan dulu berfoto disini hehehe

Curug Kembar
Curug Kembar
Di aliran sungai sebelah kanan sebenarnya ada Curug Ciburial tapi tar dulu, sebaiknya ke Curug Hordeng dulu. Curug Hordeng ini disebut juga Curug Kapas. Dinamakan Hordeng karena mirip Hordeng/Tirai. Debit air yang turun disini sangat besar dengan kolam yang cukup luas sehingga gak heran banyak pengunjung yang kumpul di sini.
Curug Hordeng (Kapas)
Curug Hordeng (Kapas)
Nah, naik ke atas sedikit mengikuti aliran sungai ini, kita akan ketemu dengan satu curug yang belum ada namanya. Karena ini berada di atas sehingga debit air yang turun sangat deras. Tidak ada pengunjung lain yang ada disini. Curug ini agak tertutup dengan batu besar di depannya. Aliran sungai yang terbentuk juga bagus untuk di foto,
Selanjutnya kami menuju Curug terakhir, Curug Ciburial, melewati lagi Curug Hordeng dan Curug Kembar, sepanjang aliran sungai kita bisa melihat aliran air yang sangat bagus, tidak ada salahnya mengabadikannya.
Ke Curug Ciburial kita harus melewati batu-batu besar di pinggir sungai, dan aliran airnya sangat deras. 
Curug Ciburial
Curug dekat Ciburial
Curug dekat Ciburial
Di sini terjadi incident yang cukup fatal, kamera saya jatuh ke batu dan lensanya pun rusak berantakan... huhuhuhu. Pelajaran karena kurang hati-hati.
Karena hari sudah mulai gelap dan rintik-rintik akhirnya kami pun kembali. Jam sudah menunjukkan sekitar jam 14.30. Dan perjalanan pulang pun lancar, karena tidak ada mobil yang masuk.
Oh iya dipinggir jalan sebelum Curug Putri Kencana, sebelah kiri ada curug kecil, lumayan hehehe. Mampir sebentar buat ambil foto...

Selesai sudah trip kali ini.... trip yang lumayan menegangkan dibandingkan ke curug-curug lain sebelumnya... Jadi wiken ini kemana???

Komentar

  1. Yah si Abang mah kamera di keja jatoh, untung udah ngambil gambar Curug Hordeng

    BalasHapus

Posting Komentar

Leave you message here...!!!
Tinggalkan komentar Anda di sini...!!!!

Postingan populer dari blog ini

Mengunjungi Pura Pasar Agung dan Kampoeng Salaka-Bogor

Mengunjungi Curug Cilontar: Curug tersembunyi di Leuwiliang-Bogor

Desa Wisata Ciasihan Bagian 1: Curug Cikuluwung Herang dan Curug Emas