Leuwiliang: Ada Pelangi di Curug-mu

Membaca judul di atas, mungkin sebagian mengatakan, lebay. Tapi begitulah keadaan sebenarnya. Di Leuwiliang, tepatnya Desa Jatake, ada lembah yang di sebut Lembah Pelangi oleh pemiliknya karena di salah satu curug disana, lewat tengah hari akan muncul Pelangi. Kadang-kadang vertical kadang-kadang horizontal.
Lokasi ini relative masih baru karena umumnya warga Bogor masih banyak yang belum mengetahui keberadaan Lembah ini.
Kalau dari Bogor dan kalian naik angkot, ambil trayek angkot 11 Bogor-Leuwiliang, berhenti di Desa Jatake (kanan), di pinggir jalan masuk desa ada pangkalan ojek. Kebetulan pas saya ke sana (15.03.2016) bertemu ibu-ibu yang rumahnya dekat curug, jadi sekalian saya antar ke rumahnya (kira-kira 3 km dari jalan raya).
Masuk ke area curug nanti ada pemiliknya yang nungguin di pos, kita cukup membayar Rp. 3rb untuk masuk dan parkir mobil Rp. 5rb.
Dari parkir kita bias melihat sekeliling perbukitan, untuk turun ke Lembah sudah dibuat oleh pengelola berupa tangga-tangga semen. Di sebelah kiri gerbang kita bias menemukan curug 1 yang jatuh dari sungai ke bebatuan, di pinggir nya dibuatkan tempat-tempat santai.
Turun lagi kita bisa menemukan curug ke 2, mirip curug pertama tapi lebih tinggi dan luas, di depan curug ini dibuatkan kolam, hati-hati karena dalam dan bukan buat balita!. Di curug ini saya coba memanjat dan berfoto ria. Untuk turun lagi agak susah jadi lebih gampang naik ke atas.
Di depan mengalir sungai Ciaruteun. Nah disini lah kita bias menemukan curug berikutnya yang spektakuler. Curug ini kalau kita lihat dari sisi sungai tertutup oleh tebing. Kalau mau melihat dari depan kita harus berenang dulu ke arah seberangnya. Beruntung ada guide di sana yang menemani saya ke seberang.
Untuk merasakan sensasi curug ini dan melihat pelangi yg horizontal, kita harus naik ke tebing dimana pelangi muncul akibat tampias dari curug dan sinar matahari. Akhirnya saya beranikan untuk naik ke tebing, lumayan sih karena dari batu kapur rapuh dan licin. Untung di bantu ama si guide.
Untuk turunnya susah jadi harus loncat ke bawah hahaha...
Oh ya, sayangnya di sungai ini banyak sampah yang terbawa dari hulu sungai, karena kata si pemilik, banyak warga hulu yang membuang sampah langsung ke sungai. Sayang sekali......
Curug terakhir agak kecil, yang jatuh langsung ke sungai. Jadi cuman bias memfoto dari jauh.
Sisa waktu sampai jam 2 saya habiskan berenang di kolam dan ngobrol santai sama pemilik lahan ini yang ternyata orang Jambi.
Jam 2 lebih saya akhirnya pulang karena sudah mulai gerimis. Dan sepanjang jalan pulang, hujan turun dengan derasnya disertai angin dan petir.
Yah puaslah perjalanan hari ini meski macet dan hujan, namanya juga Bogor :D.

Biaya-biaya:
- Tiket masuk : Rp. 3.000
- Parkir (mobil): Rp. 5.000

Komentar

  1. wiwww ... keren ga nyangka di daerah leuwiliang ada curug seindah ini ...bahkan di satu destinasi ada beberapa curug ...

    BalasHapus
  2. Iya masbro, ada 4 curug. Nanti gak jauh dari simpang Kracak juga ada Curug Cilontar :D

    BalasHapus
  3. Sayang air nya kotor, banyak sampah pula. Ga brrani berendam. Secara view mah bagus.

    BalasHapus
  4. Iya mas, kan airnya dari atas melewati rumah penduduk dan persawahan. Sayang pada buang sampah di sungai. Tapi kadang2 dibersihin sih sama pemiliknya. Saya sih mandi aja, kan airnya mengalir... :D

    BalasHapus
  5. Gara gara baca blog ini saya jadi maen ke jatake hehehe... tempat ini bagus buat foto tapi ga bagus buat mandi om... soalnya air terjun ini ada dibawah pemukiman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks mas udah berkunjung. Memang tujuan blog ini buat mengunjungi tempat-tempat wisata dan lebih mencintai Indonesia... #lebay hehehehe

      Hapus
  6. Mantap pemandangannya..klo ada waktu main ksana ah...

    BalasHapus
  7. Desa jatake itu dimana ya gan? Leweuliang mananya ?

    BalasHapus

Posting Komentar

Leave you message here...!!!
Tinggalkan komentar Anda di sini...!!!!

Postingan populer dari blog ini

Mengunjungi Pura Pasar Agung dan Kampoeng Salaka-Bogor

Mengunjungi Curug Cilontar: Curug tersembunyi di Leuwiliang-Bogor