Langsung ke konten utama

Unggulan

Back to Bali 11: Air Terjun Goa Giri Campuhan

Air Terjun Goa Giri Campuhan Jarak (Air Terjun) Goa Giri Campuhan (GGC) dari Air Terjun Tukad Cepung sekitar 2.5km, jadi gak terlalu jauh. Dan GGC ini jalur nya juga searah dengan Tukad Cepung jadi kami melewati spot ini ketika pulang (berangkat nya beda arah karena dari Desa Panglipuran) dari Tukad Cepung. Awalnya dari Tukad Cepung kami bermaksud langsung kembali ke penginapanyang berjarak hampir 2 jam ini. Tapi di pinggir jalan awalnya melihat petunjuk lokasi Air Terjun Krisik yang berada di tengah sawah. Ragu-ragu untuk berhenti, dan tidak berapa lama kami membaca spanduk Air terjun Goa Giri Campuhan yang terlihat sangat menarik. Namun agak bingung karena tidak terlhat adanya loket dan parkiran. Akhirnya kami parkir di halaman sebuah tempat pengolahan padi.
Dari parkir, kami menuju GGC atas petunjuk salah satu warga di sana bertiga, saya, Revan dan Ira sementara driver kamu, Putu menunggu di parkiran. Menuruni bukit terus naik ke pematang sawah dan selanjutnya melewati persawahan. Ke…

Hujan-hujan ke Curug Kawung? Why not!


Hari ini sebenarnya ada 2 tujuan jalan-jalan yaitu ke Pura Parahyangan Agung Jagatkarta dan Curug Kawung (masih satu area dengan Curug Nangka). Tapi sesampai di Pura, ternyata ditutup buat umum karena masih di renovasi akhirnya bablas ke Curug Kawung. Kondisi saat itu hujan sangat lebat.
Berangkat dari rumah hampir jam 10 dan sampai di area sekitar jam 12 karena macet di Batu Tulis. Jalanan yang di tempuh yaitu memotong jalan lewat perumahan Bogor Nirwana Residence dan terus ke Ciapus, untuk lengkapnya bisa dilihat di blog saya sebelumnya, Curug Nangka.

Memasuki gerbang Curug seperti biasa ada 2 gerbang, gerbang pertama harus bayar Rp. 7.500 dan gerbang ke dua Rp. 20.000. Karena hari ini masih libur (Libur Imlek) terlihat parkiran sangat padat oleh mobil dan motor. Karena padat, mobil parkir di kiri kanan jalan. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya dapat parkiran dipinggir jalan sebelah kanan.

Si tukang parkir menarik bayaran Rp. 15.000, hampir saja saya teriak... whatttt? biasanya juga Rp. 5.000, tapi ya udah daripada kesel dikasih aja.

Untung saya bawa payung, hal pertama yang dilakukan yaitu cari makan. Makan di tempat yang dahulu pernah makan. Menu ikan mas, pare teri, jengkol ... yang jengkol... plus minum teh manis hangat Rp. 20.000.

Setelah makan lanjutan perjalanan menuju Curug Kawung. Oh iya, Curug Kawung berada di atas Curug Nangka dan Curug Daun. Perjalanan lumayan sih treking, tapi view nya bagus, hutan, sungai berbatu dan curug-curug kecil.
Jalan menuju Curug Kawung
Jalan menuju Curug Kawung
Sampai di curug ternyata lumayan banyak juga pengunjungnya, umumnya ABG-ABG sih yang masih kuat hahahaha. Cukup susah juga mengambil angle buat moto, ditambah lagi tampias air yang cukup mengganggu lensa.
Berjalan di batu-batu harus extra hati-hati. Saya cuman sempat hampir jatuh karena batuan berlumut, untung tertahan lutut.. dan lumayan sakit :(
Ribet memang ambil photo pas hujan, sambil bawa payung, tripod dan tas perlengkapan hahaha. yang ada badan basah-basah.

Setelah puas photo-photo curug, saat nya turun. Sepanjang aliran sungai ada curug-curug kecil yang lumayan dijadikan objek photo.
Gak usah nunggu ganteng buat selfie...!
Curug Kawung dari kejauhan
Di tengah perjalan kita melalui Curug Daun, karena hujan, airnya lumayan besar tidak seperti yang saya temui di posting sebelumnya.
Curug Daun
Curug Daun
Saya tidak mampir ke Curug Nangka karena pas saat itu hujan besar, jadi saya putuskan untuk pulang, sekitar jam 3 lewat.
Sampai di rumah jam 5. 30 lewat, karena super macet di Batu Tulis menuju Sukasari.
Jadi buat kamu yang pengen ke sini, coba pagi-pagi agar tidak kena macet. Kalau weekend, pilih hari Sabtu jangan Minggu.

Salam ...

Komentar

Postingan Populer